Infobanyuwangi.co.id - Kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian ekonomi terus didorong agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kelas Disabilitas Berdaya yang menghadirkan ruang belajar sekaligus pengembangan potensi peserta. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis.
Peserta juga dibekali pengetahuan yang dapat menunjang aktivitas ekonomi secara lebih mandiri, mulai dari keterampilan digital, kewirausahaan, pemasaran digital, pengelolaan usaha, hingga penguatan kemampuan nonteknis atau soft skills.
Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi peserta. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari maupun pengembangan usaha yang telah dijalankan.
Bagi peserta, kelas tersebut juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman. Interaksi antarpeserta turut mendorong tumbuhnya rasa percaya diri untuk mencoba berbagai peluang baru.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengalaman dan sudut pandang baru setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh dinilai dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kemandirian.
“Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba hal baru dan belajar bagaimana usaha yang saya jalankan bisa berkembang. Semoga ilmu dari kelas ini bisa saya gunakan untuk menjadi lebih mandiri,” ujarnya.
Penguatan kapasitas peserta dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak. Pelaksanaan Kelas Disabilitas Berdaya melibatkan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Tenaga Kerja setempat.
Keterlibatan lintas lembaga tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap ekosistem usaha dan dunia kerja. Dukungan dapat mencakup pengelolaan usaha, akses pasar, perizinan, sertifikasi, hingga peluang kerja.
Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi Sugiyati Nurul Handayani mengatakan, pemberdayaan akan memberikan dampak lebih besar apabila setiap orang mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan.
“Kami berharap kelas ini dapat menjadi salah satu ruang bagi teman-teman disabilitas untuk terus belajar, bertumbuh, dan menemukan peluang yang sesuai dengan kemampuan serta cita-cita mereka. Yang terpenting, proses pemberdayaan ini dapat berjalan bersama dan berkelanjutan,” kata Nurul.
Menurut dia, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan. Pelatihan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan kelas berakhir, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan dan pembukaan akses terhadap berbagai peluang.
Kelas Disabilitas Berdaya sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan inklusif dalam pemberdayaan masyarakat.
Penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan kapasitas dan menghasilkan karya sesuai potensi masing-masing.
Melalui dukungan berbagai pihak, program tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas secara produktif, membangun usaha, serta meningkatkan kemandirian ekonomi. (*)