Poliwangi Dampingi Akasia Brewing House Perkuat Standar Produksi dan Kualitas Kopi

$rows[judul]



Keterangan Gambar : Tim Poliwangi mendampingi Akasia Brewing House tingkatkan kualitas produksi kopi modern. (Poliwangi for info Banyuwangi).

Infobanyuwangi.co.id – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mendampingi Akasia Brewing House meningkatkan kualitas produk kopi melalui optimalisasi grinder modern dan penyusunan standar operasional produksi.

Pendampingan tersebut merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan tim Poliwangi dari sejumlah program studi untuk memperkuat daya saing usaha kopi lokal.

Tim pengabdian terdiri dari Novilia Kareja, S.E., M.A sebagai Ketua Tim dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, bersama anggotanya Ayu Purwaningtyas, S.Hut., M.M dari Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata dan Shinta Setiadevi, S.TP., M.M dari Program Studi Agribisnis.


Baca Juga : Skill yang Harus Dimiliki Akuntan agar Tetap Kompetitif di Dunia Kerja 2026

Kegiatan pendampingan difokuskan pada penggunaan grinder kopi yang tepat serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengolahan hingga penyajian kopi kepada pelanggan.

Selain dosen, program tersebut juga melibatkan mahasiswa Cinta Sophia Isabel dan Dwi Lestari dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri dalam pelaksanaan pelatihan lapangan.

Ketua tim pengabdian Novilia Kareja mengatakan penggunaan grinder yang sesuai mempengaruhi konsistensi ukuran partikel kopi dan kualitas hasil seduhan yang dihasilkan.

“Standarisasi proses kerja sangat penting bagi usaha kopi agar kualitas produk yang diterima pelanggan tetap konsisten. Dengan adanya SOP, proses operasional menjadi lebih efektif dan memudahkan pelatihan bagi tenaga kerja baru,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha memperoleh pemahaman mengenai teknik penggilingan kopi sesuai karakteristik biji kopi untuk menjaga cita rasa dan kualitas produk.

Pemilik Akasia Brewing House mengapresiasi pendampingan yang diberikan Poliwangi karena dinilai membantu meningkatkan pemahaman terkait penggunaan peralatan dan standar operasional usaha.

“Pendampingan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya penggunaan peralatan yang tepat dan penerapan standar kerja dalam meningkatkan kualitas layanan usaha,” kata pemilik Akasia Brewing House.

Kegiatan juga diisi praktik penggunaan grinder, simulasi penerapan SOP, dan diskusi mengenai berbagai kendala operasional yang dihadapi pelaku usaha kopi sehari-hari.

Dosen lainnya, Ayu Purwaningtyas menambahkan, program tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan serta memperkuat daya saing usaha kopi lokal Banyuwangi.

“Melalui pendampingan ini kami berharap usaha kopi lokal mampu berkembang lebih profesional, konsisten, dan memiliki kualitas produk yang semakin kompetitif,” ujar dia. (*)