Marhaenis Muda Bergerak, GMNI Banyuwangi Galang Dana untuk Wilayah Terdampak Bencana

$rows[judul]

 Banyuwangi - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Banyuwangi dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang turut berpartisipasi memberikan donasi.


Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan kader-kader GMNI Banyuwangi yang turun langsung ke lapangan dengan membawa atribut organisasi. Selain menggalang dana, para kader juga menyampaikan pesan solidaritas dan empati kepada sesama, khususnya bagi saudara-saudara di daerah yang sedang mengalami musibah bencana.


Baca Juga : Panduan Lengkap Memilih Kontraktor Baja Profesional dan Terpercaya di Bali


Bung Sentus selaku Koordinator Kegiatan sekaligus Komisaris DPK Justicia menyampaikan bahwa kegiatan penggalangan dana ini merupakan wujud nyata gerakan moral yang terus dijaga oleh GMNI. “Kegiatan penggalangan dana yang kami lakukan hari ini adalah bentuk gerakan moral. Kami marhaenis-marhaenis muda selalu diajarkan untuk peduli kepada sesama,” ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Marhaenisme yang menjadi landasan perjuangan GMNI. Oleh karena itu, setiap kader dituntut untuk selalu hadir dan peka terhadap penderitaan rakyat, terutama di saat kondisi darurat akibat bencana alam.


Lebih lanjut, Bung Sentus menjelaskan bahwa hasil dari kegiatan penggalangan dana tersebut akan disalurkan secara terpusat melalui Posko Kemanusiaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI. Penyaluran bantuan difokuskan kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


Melalui aksi kemanusiaan ini, GMNI Banyuwangi berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas dan gotong royong. GMNI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga responsif terhadap persoalan kemanusiaan.