Infobanyuwangi.co.id – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mengembangkan Digital Attendance System untuk membantu SMK Safinatul Huda mengelola absensi dan jurnal mengajar secara terintegrasi.
Sistem tersebut dirancang untuk memudahkan pencatatan kehadiran siswa dan guru sekaligus mendukung pemantauan serta pelaporan aktivitas pembelajaran.
Sebelumnya, pencatatan absensi, jurnal mengajar, dan pelaporan akademik dilakukan melalui sistem berbeda. Kondisi tersebut membuat proses rekapitulasi dan pemantauan belum terintegrasi.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim Poliwangi mengembangkan sistem berbasis Learning Management System (LMS) yang dapat digunakan siswa, guru, dan sekolah.
Ketua PKM Poliwangi Arum Andary Ratri mengatakan, sistem tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan SMK Safinatul Huda dalam mengelola administrasi kehadiran.
“Digital Attendance System ini dikembangkan untuk mengintegrasikan absensi dengan jurnal mengajar, sehingga pencatatan kehadiran dan aktivitas pembelajaran dapat terdokumentasi lebih baik,” kata Arum, bersama anggota tim Lukman Hakim, dan Indira Nuansa Ratri.
Sistem juga menyediakan fitur monitoring bagi kepala sekolah untuk melihat data kehadiran siswa, guru, serta memperoleh laporan akademik secara berkala.
Rekapitulasi data dapat dikirim melalui Telegram sehingga pihak sekolah memperoleh informasi dengan lebih cepat dan praktis.
Sebelum diterapkan, tim pengabdian melakukan demonstrasi dan koordinasi bersama sekolah untuk memastikan fitur yang tersedia sesuai kebutuhan pengguna.

"Masukan dari pihak mitra kemudian digunakan untuk menyempurnakan sistem sebelum penerapannya dilakukan secara bertahap di lingkungan sekolah," sambungnya.
Implementasi diperkuat melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026 bagi guru, staf, dan siswa.
Pelatihan pertama diberikan kepada dewan guru dan staf pada 6 Agustus. Sehari berikutnya, kegiatan dilanjutkan untuk siswa kelas X dan XI.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga mempraktikkan penggunaan fitur absensi dan fungsi sistem sesuai peran masing-masing.
"Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 80 persen peserta memahami cara menggunakan sistem yang telah dikembangkan melalui rangkaian pelatihan tersebut," tambahnya.
Pihak SMK Safinatul Huda menyambut positif penerapan sistem yang dinilai dapat membantu pengelolaan data kehadiran secara lebih tertib dan terpusat.
Integrasi dengan jurnal mengajar juga mendukung dokumentasi aktivitas pembelajaran sehingga data sekolah dapat tersimpan secara lebih sistematis.
Arum mengatakan program tersebut tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan agar sistem dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Harapannya, sistem ini tidak hanya membantu pencatatan kehadiran, tetapi juga dapat mendukung sekolah dalam memantau aktivitas pembelajaran berdasarkan data yang terdokumentasi,” ujar Arum. (*)